Non-fiksiArtikelIslam

Membayar Hutang Puasa Karena Sakit

28 April 2015

 

Sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba. Menyambut bulan Ramadhan tentu kita harus mempersiapkan diri selagi ada waktu. Salah satunya adalah membayar hutang puasa Ramadhan tahun lalu. Kalau hutang puasanya sedikit insya Allah bisa segera dilunasi ya. Nah, bagaimana yang memiliki hutang puasa banyak karena alasan yang diperbolehkan, misal bepergian atau sakit?

Bulan Ramadhan tahun lalu adalah ujian yang cukup berat buatku. Aku harus terbaring di rumah sakit. Aku nyaris sebulan tidak puasa. Aku sedih sekali. Padahal biasanya bulan Ramadhan menjadi bulan yang sangat menyenangkan.

Setelah pulang dari rumah sakit, aku kembali masuk kerja. Aku masih harus minum obat setiap hari. Sekitar H-3 bulan dari Ramadhan berikutnya, aku teringat bahwa aku belum bayar hutang puasa. Aku khawatir tidak akan selesai membayar hutang puasa karena jumlahnya yang banyak. Bagaimana kalau aku tidak selesai membayar hutang sampai bulan Ramadhan berikutnya datang?

Aku mencoba mencari informasi tentang membayar hutang puasa Ramdhan. Kemudian seorang bapak, rekan kerjaku, meminjamkanku sebuah buku tentang puasa. Aku lupa untuk mencatat judul buku dan penulisnya tapi isi yang kudapat mengenai masalahku tadi kurang lebih seperti ini:

Barang siapa yang berbuka di bulan Ramadhan, baik karena safar, sakit, atau yang lain, wajib mengqadha sebelum datang Ramadhan berikutnya.

Apabila mengakhirkan qadha sampai Ramadhan berikutnya wajib mengqadha dan memberi makan orang miskin setiap hari setengah sha’ dari makanan pokok (kurang lebih satu setengah kg kurma atau beras).

Jika dapat qadha sebelum puasa Ramadhan berikutnya, tidak wajib memberi makan orang miskin.

(Syaikh Ibnu Bazz, Fatawa Al Mar’ah halaman 87)

Saat ini aku masih berusaha melunasi hutang puasaku. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk kita semua. Tulisanku ini hanya merupakan tulisan awam yang ingin berbagi ya, mungkin ada yang membutuhkan informasi atau jika ada yang ingin mengoreksi aku terima dengan senang hati. Aku sangat menerima masukan dari teman-teman yang lebih paham tentang  agama Islam untuk memberikan arahan kebenaran.

🙂 🙂 🙂

Sumber gambar: di sini

Share To
Leave a Comment