Non-fiksiResensi

Tentang Stargirl, Tentang Aku, Tentang Kita

10 April 2015

Novel Stargirl

 

Hai starlova (julukan aku buat para pembaca blog ini, dan mungkin suatu saat akan menjadi brand produk aku yang keren),

Hari ini aku mau cerita tentang stargirl. Kenapa sih aku suka banget sama kata ini? Kenapa juga aku ga malu menggunakan kata ini, padahal menurut beberapa orang kata ini terdengar sangat childish. Oke, untuk mengobati rasa penasaran starlova, akan aku ceritakan seluk beluknya. Check it out!

Stargirl adalah sebuah novel karya Jerry Spinelli. Beliau adalah pengarang novel anak-anak dan remaja yang berasal dari Amerika Serikat. Novel-novel karya beliau cukup banyak, tapi yang paling aku suka adalah novel Stargirl ini. Aku pertama kali membacanya waktu sedang berkunjung ke rumah sahabatku. Tanpa sengaja aku melihat sebuah novel yang sudah tidak terlihat baru tergeletak di jendela kamarnya. Akupun meminjamnya dan langsung jatuh cinta pada tokoh Stargirl dalam novel tersebut.

Stargirl Caraway, yang bernama asli Susan Caraway, adalah seorang remaja yang baru pindah ke sebuah kota di Arizona, USA. Ia masuk ke sekolah umum disana setelah sebelumnya menjalani home schooling dengan ibunya sebagai pengajar pribadi. Stargirl adalah seorang gadis yang unik dan berbeda dengan gadis-gadis remaja pada umumnya. Biasanya gadis-gadis remaja lebih suka mementingkan diri sendiri dengan mempercantik diri dan melakukan kesenangan pribadi. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi Stargirl. Ia terlalu sibuk memikirkan orang lain sehingga ia sering mengabaikan anggapan orang terhadap dirinya yang berpikir bahwa ia aneh.

Stargirl suka melakukan kebaikan-kebaikan untuk orang lain, seperti memberikan hadiah dan kartu-kartu ucapan selamat ulang tahun, pernikahan, kartu penghibur untuk yang sedang bersedih dan ucapan momen-momen kebahagiaan atau kesedihan lainnya. Stargirl juga sering bertingkah tidak biasa, seperti membawa ukulele dan memainkannya di sekolah untuk menghibur teman-temannya, memasang taplak dan vas bunga di mejanya di kelas, berkunjung ke padang pasir dan melakukan meditasi “menghapus diri”, dan lain sebagainya. Orang tuanya mengijinkan ia untuk mengganti nama sesuai keinginannya karena menurut Stargirl, nama itu seperti baju. Apabila kita merasa sudah tidak cocok dengan nama kita, kita dapat menggantinya. Pribadi Stargirl selalu ceria dan tidak pernah bersedih. Ia juga selalu menyapa serta menghibur orang yang tidak dikenalnya saat merasa sedih. Perasaannya begitu halus terhadap orang lain.

Sifat Stargirl yang aneh ini menarik perhatian salah satu teman di sekolahnya, Leo Borlock. Berlawanan dengan sifat Stargirl yang ceria dan atraktif, sifat Leo cenderung pemalu dan tertutup. Diam-diam Leo memperhatikan Stargirl walaupun merasa takut kalau Stargirl akan melakukan hal-hal aneh terhadap dirinya yang membuat dirinya akan malu jika menjadi pusat perhatian. Terlebih lagi, sejak kehadiran Stargirl di sekolahnya, semua mata selalu tertuju kepada Stargirl, penasaran akan tingkah apa lagi yang akan di lakukan Stargirl. Leo menyadari hal itu dan tentu ia sangat tidak ingin mengambil resiko menjadi pusat perhatian.

Hillary Kimble, salah satu murid di sekolah sangat membenci Stargirl. Ia beranggapan bahwa tingkah Stargirl itu terlalu dibuat-buat untuk menarik perhatian. Hillary menanamkan kebencian kepada teman-teman di sekolahnya untuk membenci Stargirl. Beberapa kejadian turut menurunkan reputasi Stargirl di sekolah. Stargirl kini menjadi sosok yang dibenci sehingga tidak ada teman-teman di sekolahnya yang mau berhubungan, berbicara, atau bahkan menatapnya. Hal ini menimbulkan dilema bagi Leo, yang sudah mulai mencintai Stargirl dan begitu pula Stargirl yang sudah mulai dekat dengan Leo. Leo bingung harus memilih antara teman-teman sekolahnya atau Stargirl yang sangat menyayanginya. Ia menyayangkan sikap Stargirl yang tidak seperti teman-temannya yang “biasa-biasa” saja sehingga ia tidak perlu memilih. Ia benci memilih. Akhirnya Leo memilih untuk tidak memilih keduanya.

Cerita dalam novel ini tergolong ringan, tapi entah mengapa sangat menyentuhku. Secara tidak langsung, cerita dalam novel ini menggambarkan tentang kehidupan kita. Kita terlalu terbiasa untuk hidup dalam kelompok yang serupa dengan kita, dalam hal hidup dan kebiasaan. Kita sering menanggap aneh orang-orang yang berbeda dengan kita walaupun sebenarnya keanehan orang yang berbeda dengan kita itu bukanlah suatu hal yang buruk. Kadang kita juga sering meremehkan hal-hal sepele seperti ucapan selamat, berduka dan kebaikan-kebaikan kecil lainnya. Padahal, kebaikan-kebaikan kecil tersebut kadang sangat berarti bagi orang lain.

Novel ini juga mengajarkan kita arti dari konsep menjadi diri sendiri. Hal ini mungkin sering kali kita dengar, tapi apakah kita mampu benar-benar menjadi diri sendiri? Kita terlalu sibuk memikirkan anggapan orang lain, apakah orang lain akan menyukai kita atau tidak. Pemikiran tersebut kadang justru menyakiti diri kita sendiri, bahwa apa yang orang lain sukai terhadap diri kita belum tentu membuat kita senang. Memang benar, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Kita tidak bisa hidup sebebas-bebasnya sesuai dengan kehendak kita. Tapi kita juga tidak bisa selalu membuat orang lain senang, selalu ingin disukai orang lain, tetapi justru kita sendiri merasa sedih dan merana. Disitulah letak kesulitan hidup ini, yang mana untuk dapat bertahan kita harus lebih seimbang. Tidak perlu memaksakan diri untuk “disukai”, tetapi jangan pula kita merasa pantas untuk “dibenci”.

Kekurangan bukanlah suatu hal mustahil untuk sebuah karya. Aku sadar bahwa novel ini juga tidak dapat dijadikan pedoman terutama bagi kita yang hidup dalam kultur budaya timur. Mungkin kehidupan kita di Indonesia jauh lebih mengedepankan toleransi dibanding kehidupan remaja di luar sana. Mungkin kita berpikir disini apa yang dilakukan Stargirl, walaupun terbilang cukup unik, tetapi masih banyak kita jumpai di masyarakat kita. Itulah yang membuatku merasa bahwa aku adalah Stargirl, dan Stargirl menggambarkan kita.

Seperti bintang di langit, yang selalu memancarkan cahaya kebaikan dari dalam diri sendiri. Begitu pula aku. Dan begitu pula kita. 🙂

 

Sumber gambar: di sini

Share To
Leave a Comment