My Lifetime StoriesSignificant Others

My Beautiful and Multitalented Sister

01 September 2015

Aku punya seorang adik yang lahir empat tahun setelahku. Ia selalu menjadi partnerku dalam bermain sejak kecil. Permainan apapun kami lakukan, mulai dari main boneka, masak-masakan, petak umpet, bekel, congklak, bp-an (bongkar pasang),bahkan memanjat pohon. Walaupun kami sering bertengkar, tapi tidak lama kemudian kami pasti baikan lagi dan mulai main bersama lagi.

20150718_125010

Adikku bernama Isni. Sejak kecil, bakat Isni sudah mulai terlihat. Ia suka bernyanyi dan berbicara sendiri di depan cermin. Isni kecil juga suka sekali berpose saat difoto. Kadang, Isni kecil sering memakai sepatu hak tinggi Mama dan berjalan seperti model. Isni kecil sangat lucu dan menggemaskan.

PhotoGrid_1430484386558

Seiring bertambah usia, Isni tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Setidaknya ini menurut pendapatku sebagai kakak. Tapi dia selalu merasa minder dan tidak percaya diri. Menurutku Isni juga fotogenik. Dilihat dari berbagai angle saat foto Isni tetap terlihat cantik dengan kulit yang lebih putih dari aku dan badan yang lebih langsing dari aku. Hehe.

20150717_124547

 

Isni juga merupakan gadis yang berbakat. Ia pernah memenangkan speech contest waktu SMP. Ia juga sering tampil di depan umum, setidaknya untuk presentasi, memberikan sambutan, dan menjadi MC. Ia fasih dalam berbicara. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan untuk menghayati sesuatu. Isni juga suka menyanyi, dan menurutku suaranya cukup bagus. Kami bahkan sering menyanyikan lagu-lagu karaoke bersama saat waktu senggang di rumah.

Isni menempuh pendidikan sebagai bidan. Isni senang sekali memberikan penyuluhan dan informasi tentang kesehatan wanita dan kesehatan bayi. Beberapa tetangga datang ke rumah untuk melakukan konsultasi kesehatan. Ia menjawab dan menjelaskan dengan ramah dan santun. Walau begitu, tetap saja ada beberapa orang haters Isni. Haha. Seperti artis saja ya, punya haters. Namanya haters mereka selalu mencari-cari keburukan dari orang lain. Mungkin saja mereka hanya merasa iri kepada Isni, walaupun Isni sendiri merasa tak ada satupun hal yang patut dibanggakan dalam dirinya sehingga tak pantas orang lain merasa iri dengannya.

20150812_132434

Isni selalu bilang “everything happen for the reason“. Tapi bagi kami (aku, Mama, Bapak, dan Salsi), “there is no reason to stop loving you“.

With love

Yuanita Fransiska

Share To
Leave a Comment