My Lifetime StoriesSignificant Others

About Salsi, My Little Sister

12 December 2016

Dulu, aku sama sekali tidak menyangka kalau akan memiliki seorang adik lagi. Waktu itu aku kelas tiga SMP, saat Mama mengandung adik bungsuku ini. Saat upacara kelulusan SMP, Mama naik ke panggung acara kelulusan dengan kondisi hamil karena aku mendapat juara umum pertama di sekolah. Mama juga sedikit repot karena mengurus aku pada masa orientasi siswa di SMA dalam kondisi hamil.

Adikku lahir saat aku berada di kelas satu SMA. Ia diberi nama Salsia, dari kata Salasa bahasa Arab yang artinya tiga. Jarak usia kamu terpaut jauh, yaitu 14 tahun. Salsi lahir belum pada waktunya, yaitu pada usia kehamilan Mama delapan bulan. Salsi terpaksa dilahirkan karena Mama mengalami Ketuban Pecah Dini (KPD) akibat terjatuh dari kursi pendek. Akhirnya karena kondisi ketuban sudah mulai habis, dokter memutuskan untuk melakukan persalinan pada Salsi secara induksi. (Dulu tentu saja aku tidak mengerti istilah-istilah ini. Hehe)

 

222903_1040397542845_5221_n

Salsi imut

Karena kelahiran yang mendadak ini, Mama jadi belum mempersiapkan apapun untuk menyambut kelahiran bayi. Saat itu, tidak ada keluarga yang lain yang bisa membantu. Akhirnya, aku dan Isni (adikku yang kedua, sudah pernah kuceritakan sebelumnya) yang mencari perlengkapan untuk bayi. Mama memberikan catatan apa saja yang perlu dibeli. Karena aku dan Isni sama-sama masih kecil, kami tidak mengerti maksud dari barang-barang yang dibeli. Kami hanya menyerahkan daftar belanjaan kepada pemilik toko perlengkapan bayi yang jaraknya cukup jauh dari rumah.

 

307504_2273180801656_1091053903_n

Masih kecil udah suka swafoto 😛

Tanpa disangka, sepulang dari rumah sakit, kondisi bayi Salsi mengalami hiperbilirubin. Dokter menyarankan untuk menjemur Salsi. Karena Mama sangat sibuk mengurus rumah, Mama menyuruhku menjemur Salsi setiap pagi saat matahari terbit. Kebetulan dan sangat kebetulan, sekolahku masuk siang. Berdasarkan pengalaman senior, selama sekolah di SMA-ku tidak ada sejarahnya masuk siang. Baru pada tahunku kelas satu ada masuk siang karena sekolah sedang di renovasi. Alhamdulillah setelah beberapa hari, kadar bilirubin Salsi menurun. Kondisi Salsi semakin sehat dan kulitku semakin hitam karena setiap hari berjemur. Memang sudah hitam sih. Hehe.

 

307109_2273180321644_1855772329_n

Salsi kepang dua

Salsi tumbuh menjadi anak yang lucu dan menggemaskan. Aku sering menghabiskan waktu bersama Salsi karena Mama berjualan di warung sehingga aku yang bertanggung jawab mengurusnya. Kadang ia memang sering ngambek dan pemalu jika bertemu orang. Tapi lama kelamaan sifat pemalunya mulai hilang. Ia juga sangat menurut padaku.

 

340706_2454142405583_581509177_o

Jangan berani sama kami ya! 😀

Pada saat Salsi masuk sekolah kelas satu, aku sedang berada pada tingkat akhir kuliah. Aku sedang sibuk menyelesaikan skripsi tingkat akhir. Jadi jadwal kuliah tidak banyak dan hanya sesekali pergi ke kampus untuk bimbingan. Aku ditugaskan orang tuaku untuk mendaftarkan Salsi sekolah karena Bapak bekerja dan Mama berjualan. Bayangkan seorang anak kuliah seperti aku berada dikerumunan ibu-ibu dan mendaftarkan seorang bocah kecil sekolah. Haha. Selama kelas satu aku yang mengantar jemput Salsi. Bahkan ibu-ibu teman Salsi lebih mengenal aku dibanding Mama.

 

1174600_10201354751503425_1437723140_n

Jadi pendamping wisuda, yeay!

 

Sekarang Salsi sudah semakin besar. Ia juga termasuk anak yang pintar jika rajin belajar. Salsi juga anak yang aktif di kegiatan sekolah. Ia sudah tumbuh tinggi, bahkan tingginya hampir menyamai aku. Untuk ukuran anak SD menurutku dia termasuk bongsor.

Di bulan Oktober tahun ini Salsi berulang tahun. Tak terasa sebelas tahun yang lalu aku masih menggendong Salsi saat masih bayi. Sekarang jangankan menggendong, berat badannya saja hampir sama. Hihi.

 

Taken with Lumia Selfie

Jadi pager ayu kecil (?)

Semoga Salsi menjadi anak yang sholehah dan selalu berbakti pada Mama dan Bapak juga kakak-kakaknya. Semoga Salsi semakin pintar, cerdas, rajin, baik, dan cantik. Semoga semua cita-cita yang baik tercapai. Aamiin.

 

Selpi dulu

With love,

Kakak pertama

Share To
Leave a Comment